RESUME PERANGKAT JARINGAN KOMPUTER
HUB & SWITCH
Hub dan Switch memiliki fungsi yang nyaris sama, yakni
menghubungkan port yang ada di komputer dengan menggunakan satu
perangkat saja.
1.
HUB
* sumber: www.amazon.com
Hub
sebuah perangkat yang memungkinkan Anda untuk mentransfer berbagai data dengan
mengandalkan port hub yang sudah tersedia. Anda 2 tipe penggunaan Hub, yakni
Hub pasif dan Hub Aktif. Untuk Hub aktif memiliki fungsi sebagai repeater.
Jadi, Hub tipe ini bisa mengirimkan transmisi yang sudah diperkuat. Sedangkan
untuk Hub pasif sendiri memiliki fungsi yang bisa memisahkan dan membagi sinyal
yang masuk untuk ditransmisikan ke jaringan.
2.
SWITCH
* sumber: www.cisco.com
Switch akan membiarkan penggunanya untuk mengatur setiap port
yang ada. Jadi, Switch juga bisa didefinisikan sebagai sebuah jaringan yang
bisa menghubungkan banyak jaringan berdasarkan MAC Address.
Switch dibagi menjadi switch manage dan switch unmanaged. Jika
Anda memiliki jaringan dalam jangkauan yang kecil, seperti di rumah atau kantor
kecil, maka gunakanlah switch unmanaged. Tipe Switch ini lebih praktis dan
tidak perlu mengatur konfigurasi tertentu. Cukup sambungkan kabel LAN ke Switch
dan setiap komputer akan terhubung pada jaringan.
Namun, jika Anda memiliki jaringan yang lebih luas, maka Anda
bisa mengandalkan tipe switch manage di mana Anda bisa mengatur kecepatan port,
host, dan lainnya. Selain itu juga, dengan switch manage ini, Anda bisa membuat
VLAN (Virtual LAN).
Referensi : https://carisinyal.com/perbedaan-hub-dan-switch/
BRIDGE
Bridge atau network bridge yang dalam istilah bahasa Indonesia
disebut dengan jembatan jaringan merupakan sebuah komponen jaringan yang banyak
dipergunakan untuk memperluas jaringan atau membuat segmen jaringan.
*sumber: wireless.bridge
Bridge mampu menghubungkan sesama jaringan LAN (Local Area
Network) komputer. Selain itu, bridge juga digunakan untuk mengubungkan tipe
jaringan komputer yang berbeda seperti Ehernet. Bridge biasanya menggunakan
topologi tree. Artinya, hanya ada sebuah rute untuk berbagai tujuan transmisi
atau paket data yang akan dipindahkan.
Cara kerja bridge jauh lebih canggih daripada repeater, walau
begitu belum secanggih router. Bridge bekerja pada lapisan data link layer
model OSI (Open System Interconnection). Dengan model OSI, bridge mampu
menghubungkan jaringan komputer yang menggunakan metode transmisi yang berbeda
atau medium access control yang berbeda. Berbeda dengan router yang bekerja
pada lapisan jaringan dan repeater yang bekerja pada lapisan fisik.
Fungsi
Bridge
1.
Sebagai Penghubung Dua
Jaringan di Tempat Jauh.
2.
Otonomi dari Masing-masing
Jaringan.
3.
Untuk Mengakomodasi Beban
Jaringan.
Kelebihan dan Kekurangan Bridge
Kelebihan
bridge adalah ia hanya bisa bekerja pada lapisan Data Link, sehingga tidak
dimungkinkan terjadinya transmisi dari satu protokol ke protokol lainnya.
Selain itu, bridge juga mampu mendukung beberapa protokol seperti NetBEUI dan
LAT yang tidak mungkin dilayani oleh router.
Walau
begitu, bridge memiliki kekurangan seperti tidak dimungkinkannya transmisi
melalui jalur atau protokol yang berbeda. Selain itu, bridge juga hanya
meneruskan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya dengan kecepatan 10
MBPS. Bridge juga hanya meneruskan transmisi tanpa bisa menerjemahkan
komunikasi antar protokol.
Cara
Kerja Bridge
Bridge dapat diibaratkan seperti ‘repeater yang cerdas’.
Repeater bekerja dengan cara menerima sinyal yang datang dari sebuah kabel
jaringan, melakukan amplifikasi pada sinyal tersebut, kemudian mengirim sinyal
tersebut ke kabel jaringan lainnya. Repeater melakukan kerjanya ini secara buta
tanpa memperhatikan isi pesan yang terkandung dalam sinyal tersebut.
Sumber: cara kerja bridge
Bridge mampu memahami isi dari sinyal yang datang. Bridge mampu
menerima sinyal dan secara otomatis menemukan alamat tiap-tiap komputer di dua
jaringan yang terhubung melalui bridge. Kemudian bridge juga mampu memilah
pesan yang datang dari satu sisi jaringan, kemudian melakukan broadcast di
jaringan lainnya, namun jika dan hanya jika sinyal pesan dari satu jaringan
tersebut memang ditujukan untuk diinfokan pada jaringan yang lain.
Referensi : https://www.nesabamedia.com/pengertian-bridge-dan-fungsi-bridge/
REPEATER
Repeater ialah suatu alat atau juga perangkat yang memiliki
fungsi untuk dapat menyebarkan jangkauan sinyal. Sinyal Wifi yang belum
terjangkau oleh sinyal dari server, yang mana tujuan dari hal itu ialah untuk
bisa menangkap sinyal Wifi. repeater ini dibuat menjadi dua alat ialah sebagai
penerima sinyal dari server (client) serta sebagai penyebar sinyal Wifi
(Accesspoint).
Sumber: pendidikan.co.id
Fungsi Repeater
1.
Untuk mencakup daerah yang
lemah sinyal dari server (pemancar).
2.
Untuk dapat memudahkan
akses sinyal Widi yang dari server.
3.
Untuk dapat meluaskan
jangkauan sinyal dari server atau juga pemancar.
Macam Jenis Repeater
1.
Telephone Repeater
Telephone
Repeater ini merupakan jenis repeater yang dipasang disaluran telepon itu
dengan sinyal yang akan terdegradasi yang disebabkan jarak tempuh yang jauh itu
menjadikan sinyal yang diterima oleh para user telepon itu dapat lebih lepas.
2.
Optical Communications
Repeater
Optical
Communications repeater ini merupakan jenis repeater yang memiliki fungsi
menguatkan jangkauan sinyal pada kabel serat optik (fiber optic cable). Untuk
jenis repeater ini, didalam serat kabel optik tersebut terdapat suatu informasi
digital dengan secara fisik berwujud sebagai light pulses (pulsa cahaya) yang
terbuat itu dari foton yang bisa tersebar dengan secara mengacak itu dalam
kabel serat optik.
3.
Radio Repeater
Radia
repeater ini merupakan jenis repeater yang memiliki fungsi untuk dapat
menguatkan sinyal radio. Pada dasarnya , jenis repeater ini memiliki satu
antena yang berfungsi dan juga secara receiver serta transmitter. Untuk
Repeater jenis ini akan mengubah frekuensi sinyal yang bisa menerima itu
sebelum dipancarkan kembali. Sinyal tersebut dipancarkan dengan melalui sinyal
repeater ini akan bisa/dapat menembus objek penghalang.
Cara Kerja Repeater
Fungsi
repeater ialah untuk dapat menyebarluaskan jangkauan jaringan Wifi. Hal
tersebut dapat dijalankan dengan cara menerima sinyal data serta kemudian
dipancarkan lagi. Sebelum dipancarkan kembali, sinyal tersebut sudah masuk ke
repeater yang dikuatkan terlebih dahulu dengan kedua komponen dasarnya yang
memiliki tugas untuk menerima data sinyal dari transmitter serta juga yang
kedua untuk memancarkan kembali data sinyal itu.
Setelah
menerima data sinyal dari transmitter, repeater tersebut akan menjalankan
perubahan frekuensi dapat mengeluarkan manfaat untuk sinyal data yang
dipancarkan itu bisa menjadi lebih kuat. Untuk itu, sinyal tersebut juga akan
menjadi lebih kuat serta mempunyai cakupan yang lebih luas. Repeater ini
mempunyai dua (2) sistem yang sering dipakai. Sistem repeater di dalam jaringan
dinamakan dengan analog repeater serta juga digital repeater.
Kelebihan serta Kekurangan Repeater
Kelebihan Repeater
1.
Sebuah perangkat digital
yang memperkuat, membentuk ulang, atau juga membuat kombinasi dari salah satu
fungsi pada sinyal input digital pada transmisi ulang.
2.
Repeater ini bekerja pada
sinyal sinyal fisik yang sebenarnya, sehingga jangan mencoba dalam
menginterpretasikan data yang dikirim
3.
Bisa menguatkan sinyal
Kekurangan Repeater
1.
Tembaga untuk serat
2.
Memnjangkan jarak fisik
perangkat jaringan
3.
Repeater harus diletakkan
pada tempat yang tinggi
Referensi : https://pendidikan.co.id/pengertian-repeater-fungsi-jenis-cara-kerja-kelebihan-dan-kekurangan/
ROUTER
Router adalah suatu perangkat keras pada jaringan komputer yang
berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan, baik itu jaringan yang sama
maupun jaringan yang berbeda dari sisi teknologinya.
Sumber: https://fungsi.co.id/wp-content/uploads/2019/08/router-1.jpg
Setiap router mempunyai fasilitas DHCP (Dynamic Host
Configuration Procotol) yang dapat disetting sedemikian rupa sehinga dapat
membagi IP address, selain itu pada router juga terdapat NAT (Network Address
Translator) merupakan fasilitas yang memungkinkan suatu alamat IP atau koneksi
internet dapat dibagikan kepada alamat IP lain.
Fungsi Router
Fungsi dari router yaitu sebagai penghubung dua jaringan atau
lebih yang akan meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya, fungsi
utamanya yakni untuk membagi atau mendistribusikan IP Addres, secara statis
atau DHCP atau Dynamic Host Configuration Protocol kepada seluruh komputer yang
tersambung ke router tersebut. Dengan adanya IP Addres unik yang dibagikan dari
router kepada masing-masing komputer, maka setiap komputer akan saling
terhubung juga dapat melakukan komunikasi, dengan jaringan LAN atau internet.
Router dapat digunakan untuk menyambungkan banyak jaringan kecil
kepada jaringan yang lebih besar, yang dinamakan dengan internetwork atau
membagi suatu jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk peningkatan
kinerja dan juga memudahkan manajemennya. Router dapat digunakan untuk
menyambungkan LAN ke suatu layanan telekomunikasi seperti pada digital
subscriber line “DSL”, router yang dipakai untuk menyambungkan LAN ke suatu
koneksi leased line seperti T1 atau T3 biasa dinamakan dengan acces server.
Jenis-Jenis
Router
1.
Router Aplikasi antara
lain :
a.
Wingate
b.
WinProxy
c.
Winroute
2.
Route Hardware
Router
hardware merupakan hardware yang mempunyai kemampuan sama dengan router, dengan
kemampuan tersebut, hardware ini dapat digunakan untuk:
a.
Membagi alamat IP (IP
address)
b.
Membagi jaringan internet
di suatu wilayah, misalnya router sebagai acces point dan wilayah yang mendapat
IP address dan koneksi internet disebut Hot Spot Area.
3.
Router PC
Router PC
merupakan suatu komputer dengan spesifikasi tinggi yang dimodifikasi sehingga
dapat berfungsi sebagai router, beberapa spesifikasi minimum yang harus ada
pada komputer tersebut adalah:
a.
Prosessor Pentium II
dengan hard drive 10 GB dan RAM 64.
b.
Terdapat LAN Card.
c.
Sistem operasi khusus
router PC, Mikrotik.
4.
Router Statis
Router
yang mampu untuk melakukan proses routing (penghalaan) dari suatu jaringan
dimana prosesnya dilakukan secara manual oleh seorang administrator.
5.
Router Dinamis
Router
yang dapat melakukan proses routing (penghalaan) dapat berjalan secara otomatis
dan dinamis setelah melalui pengaturan oleh seorang administrator jaringan.
6.
Router Wireless
Router
Wireless, merupakan router yang dapat bekerja tanpa menggunakan kabel karena
hanya mengandalkan media udara untuk mengirimkan paket data.
Cara Kerja Router
Fungsi
utama router adalah merutekan paket, router memiliki kemampuan routing, artinya
router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan paket akan
dilewatkan, apakah ditujukan untuk host satu network ataukah berada dinetwork
yang berbeda. Apabila paket ditujukan untuk host pada network lain maka router
akan meneruskannya ke network tersebut, sebaliknya jika paket-paket ditujukan
untuk host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar.
Router
memiliki pencatatan metric prefix yang dalam tabel routing, setiap alur
transmisi jaringan akan memiliki metric prefix-nya masing-masing, dari metric
prefix ini kemudian router membuat tabel routing, ketika kalian mengirimkan
suatu data dari jaringan yang satu jaringan yang lainnya, router akan memilih
metric prefix dalam tabel routing yang menunjukkan nilai paling optimal dan meneruskan
informasi yang kita kirim melalui jalur tersebut.
Router
mempunyai fungsi utama untuk menganalisis paket data yang masuk melaluinya,
melakukan seleksi paket data tersebut kemudian yang terakhir adalah
mengirimkannya ke tempat tujuan dapat ke jaringan atau komputer tertentu.
Referensi: https://fungsi.co.id/fungsi-router/
ACCESS POINT
Access point adalah suatu perangkat jaringan komputer yang dapat
menghubungkan peranti nirkabel dengan jaringan lokal dengan menggunakan
teknologi seperti wifi, bluetooth, wireless, dan lain – lain. Biasanya access
point menggunakan router, hub, atau switch sebagai perangkat keras untuk
menghubungkan peranti nirkabel dengan jaringan lokal yang telah dibuat oleh
administrator.
Sumber: www.immersa-lab.com
Perangkat access point ini memiliki antena dan transceiver yang
digunakan sebagai penerima dan penyebar sinyal untuk dihubungkan dengan peranti
yang terhubung. Untuk dapat terhubung, pemilik perangkat biasanya diharuskan
untuk memasukkan password yang telah dibuat oleh administrator jaringan.
Fungsi
Access Point
Secara umum fungsi dari access point adalah sebagai perantara
lalu lintas data dari client (perangkat yang terhubung seperti laptop,
smartphone, komputer, dan lain – lain ) dengan jaringan lokal yang telah dibuat
(wifi, wireles, dan lain – lain). Adapun fungsi lainnya seperti berikut:
1.
Sebagai penyebar sinyal
internet melalui gelombang radio kepada perangkat yang terhubung.
2.
Sebagai penghubung antara
jaringan lokal yang memakai kabel dengan jaringan nirkabel (wifi, wireless,
bluetooth).
3.
Sebagai alat untuk mengatur
IP Address secara otomatis terhadap perangkat yang terhubung, fungsi ini mirip
dengan fungsi DHCP atau dynamic host configuration protocol.
4.
Sebagai pengaman dengan
menerapkan fitur keamanan WEP atau WAP yang biasanya disebut dengan Shared
Key-Autenthication (akses wifi dengan password tertentu).
Referensi: https://www.immersa-lab.com/pengertian-access-point-beserta-fungsinya.htm
Network Interface
Card (NIC)
NIC merupakan sebuah perngkat keras jaringan, yang secara fisik
berbentuk seperti sebuah kartu ekspansi, yang memungkinkan setiap komputer
dapat terhubung dengan suatu jaringan dengan menggunakan kabel jaringan. NIC
(Network Interface Card) ini juga memiliki beberapa istilah lainnya, seperti
Kartu Jaringan (Network Card), LAN Card (baca juga: fungsi LAN card) dan juga
Ethernet Card.
Sumber: dosenit.com
NIC dipasangkan pada sebuah slot yang tedapat di dalam
motherboard komputer. Saat ini seluruh jenis motherboard yang ada di dunia
sudah mendukung slot untuk ekpansi NIC ini, jadi tidak ada alasan bagi sebuah
produsen komputer untuk tidak menanamkan NIC di dalam komputer produksinya. NIC
ini menggunakan port yang dikenal sebagai port RJ – 45, yang mana berfungsi
sebagai port dalam menghubungkan kabel ataupun antenna wireless di dalam sebuah
komouter, agar komputer tersebut bisa terhubung ke dalam jaringan.
Jenis – Jenis dari
NIC
1.
Network Interface Fisik /
Physica
Network
Inteface card fisik merupakan sebuah Network Interface yang dapat didefinisikan
secara fisik, berbentuk kartu dan ditancapkan pada slot di dalam motherboard.
NIC fisik inilah yang biasa kita gunakan sehari – hari, yang memiliki port RJ –
45 untuk mengkoneksikan sebuah komputer ke dalam jaringan menggunakan kabel.
2.
Network Interface Logis /
Logical
Berbeda
degan NIC fisik, NIC logis merupakan sebuah Network Intrface Card yang tidak
dpat didefinisikan secara fisik. Itu artinya, NIC Logis merupakan sebuah
software atau sebuah program yang dibuat untuk mendefinisikan dirinya seolah –
olah menjadi sebuah Network Interface Card.
Fungsi dari NIC (Network Interface Card)
Tugas
utama sebagai converter atau pengubah aliran data yang berbentuk parallel
menjadi aliran data yang berbentuk serial, NIC ini juga memiliki beberapa
fungsi lainnya. Secara teoritis, ada beberapa fungsi dari NIC ini di dalam
sebuah jaringan komputer. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari NIC atau
Network Interface Card di dalam jaringan komputer secara teoritis :
1.
Sebagai media pengirim
data dari satu komputer ke komputer lainnya.
2.
Sebagai pengontrol data
flow antar komputer yang menggunakan sistem kabel jaringan.
3.
Menerima data dari
komputer lain.
4.
Menterjemahkan data
menjadi bentuk bit, sehingga dapat dimengerti oleh komputer penerima.
Referensi
: https://dosenit.com/jaringan-komputer/hardware-jaringan/pengertian-nic
WiFi USB
Wifi adapter adalah sebuah perangkat yang memberikan
konektivitas nirkabel pada PC maupun laptop. Wifi adapter atau yang lebih
dikenal dengan istilah Wireles Local Area Network (WLAN) card ini pada umumnya
terpasang menjadi satu dengan motherboard baik pada PC maupun laptop. Pada
umumnya wifi adapter beroperasi dalam dua mode yaitu mode infrastruktur dan
mode ad-hoc. Dalam mode infrastuktur, data pada jaringan ditransfer menggunakan
access point yang berfungsi sebagai pusat.
Sumber : www.nesabamedia.com
Semua koneksi yang terlibat dalam jaringan tersebut akan berbagi
identitas service set identifier (SSID) yang sama sebagai access point. Selain
itu juga akan menggunakan kode keamanan seperti WEP atau WPA sesuai dengan
pengaturan. Sementara itu pada mode ad-hoc, koneksi jaringan tidak membutuhkan
access point dan secara langsung bisa terhubung dengan semua perangkat
wireless. Pada mode konektivitas jenis ini, koneksi mode ad-hoc harus
menggunakan saluran dan SSID sama.
Fungsi Wifi Adapter
Wifi adapter memiliki fungsi khusus untuk menerima dan
menyebarkan atau membagikan sinyal koneksi wifi dari satu komputer ke komputer
lainnya. Pada sistem jaringan, wifi adapter juga bisa digunakan untuk menukar
koneksi antara PC dan laptop secara mudah dan cepat. Dengan adanya wifi adapter
ini, kita bisa terhubung ke jaringan hotspot wifi disekitar rumah kita atau
jika kita ingin berbagi file pada PC atau laptop lain melalui jaringan wifi
bisa dilakukan dengan perangkat ini. Maka dari itu, wifi adapter ini memiliki
fungsi yang penting sekali dan ‘wajib’ disematkan pada perangkat elektronik
seperti PC maupun laptop.
Wifi
Adapter Model USB
Sumber : USB Wifi Adapter
Penggunaan Wifi adapter jenis USB ini juga menawarkan beberapa
keuntungan, yaitu mengurangi penggunaan kabel, tidak perlu meng-install perangkat
keras internal, dan dapat digunakan pada banyak device sekaligus.
Referensi : https://www.nesabamedia.com/pengertian-dan-fungsi-wifi-adapter/
NAS (Network Attached
Storage)
Network Attached Storage adalah perangkat atau alat yang
digunakan untuk menyimpan data. Biasanya
sistem operasi yang digunakan eksklusif untuk menyiapkan dua instrumen
yaitu back up data yang disertai dengan menyebarkan atau share data.
Sumber : ilmudasar.id
NAS termasuk hardware yang sangat komplit. Bahkan, NAS juga
memiliki software atau aplikasi bawaan yang bisa digunakan untuk menyimpan,
back up dan share data. Jadi dengan alat ini anda tidak lagi membutuhkan
aplikasi ketiga karena aplikasi bawaannya sendiri sudah tersedia.
Fungsi
NAS
1.
Mengakses Data Lebih Cepat
Jika
menggunakan NAS, proses akses data bisa lebih cepat. Karena hardware ini sudah
progress dengan LAN atau Local Area Network. Sehingga NAS membantu anda dalam
mengelola data tanpa meluangkan atau menyita waktu yang cukup banyak.
2.
Minim Biaya dan Perawatan
Mudah
Selain sudah ada
instruktur untuk perawatan dan perbaikan, NAS dibuat dengan simple dan ringan.
Sehingga anda juga bisa merawatnya sendiri. Tentunya ini menghemat biaya
perusahaan daripada harus membeli hardware data yang biaya maintenance nya saja
begitu mahal dan besar.
3.
Ada Softwer Open Source
Dengan
NAS, anda tidak perlu lagi menginstal software dari pihak ketiga karena
software ini sudah terinstal secara otomatis di dalam perangkat. Jadi, NAS bisa
dibilang sistem penyimpanan data berbasis jaringan yang cukup lengkap.
4.
Progres Untuk Semua Format
Data
Perangkat
NAS tidak hanya progress untuk data kerja yang berformat word, PowerPoint atau
aplikasi yang berbasis arsip dan berkas saja. Tetapi perangkat Network Attached
Storage juga bisa dijadikan sarana penyimpan data kerja yang berformat video,
Lagu, Image dan lain lain.
5.
Bisa Untuk Back Up Data
Perangkat
penyimpan data NAS ternyata juga bisa digunakan untuk back up data. Sehingga
kekhawatiran kita jika suatu saat data yang tersimpan mengalami masalah, maka
masih ada penyimpan data lainnya yang masih bisa diselamatkan. Selain itu,
dengan kemampuan back up data ini, kita tidak perlu riskan dan was was kalau
data kita akan dicuri, diretas atau dirusak oleh orang orang yang tidak
bertanggung jawab.
6.
Terdapat Fitur DataShare
Media
NAS memiliki fitur
data share media. Fungsi dari aplikasi ini adalah memungkinkan pengiriman data
terhadap perangkat yang berbeda beda dalam waktu yang sangat cepat. Jadi,
dengan adanya NAS ini, pihak operator bisa men share data yang tersimpan ke
seluruh komputer yang ada di dalam ruangan tersebut secara bersamaan.
Referensi : https://ilmudasar.id/pengertian-dan-fungsi-nas/