Senin, 27 September 2021

RESUME PERANGKAT JARINGAN KOMPUTER

 RESUME PERANGKAT JARINGAN KOMPUTER

HUB & SWITCH

Hub dan Switch memiliki fungsi yang nyaris sama, yakni menghubungkan port yang ada di komputer dengan menggunakan satu perangkat saja.

1.             HUB


* sumber: www.amazon.com

Hub sebuah perangkat yang memungkinkan Anda untuk mentransfer berbagai data dengan mengandalkan port hub yang sudah tersedia. Anda 2 tipe penggunaan Hub, yakni Hub pasif dan Hub Aktif. Untuk Hub aktif memiliki fungsi sebagai repeater. Jadi, Hub tipe ini bisa mengirimkan transmisi yang sudah diperkuat. Sedangkan untuk Hub pasif sendiri memiliki fungsi yang bisa memisahkan dan membagi sinyal yang masuk untuk ditransmisikan ke jaringan.

2.             SWITCH


* sumber: www.cisco.com

Switch akan membiarkan penggunanya untuk mengatur setiap port yang ada. Jadi, Switch juga bisa didefinisikan sebagai sebuah jaringan yang bisa menghubungkan banyak jaringan berdasarkan MAC Address.

Switch dibagi menjadi switch manage dan switch unmanaged. Jika Anda memiliki jaringan dalam jangkauan yang kecil, seperti di rumah atau kantor kecil, maka gunakanlah switch unmanaged. Tipe Switch ini lebih praktis dan tidak perlu mengatur konfigurasi tertentu. Cukup sambungkan kabel LAN ke Switch dan setiap komputer akan terhubung pada jaringan.

Namun, jika Anda memiliki jaringan yang lebih luas, maka Anda bisa mengandalkan tipe switch manage di mana Anda bisa mengatur kecepatan port, host, dan lainnya. Selain itu juga, dengan switch manage ini, Anda bisa membuat VLAN (Virtual LAN).

Referensi : https://carisinyal.com/perbedaan-hub-dan-switch/

BRIDGE

Bridge atau network bridge yang dalam istilah bahasa Indonesia disebut dengan jembatan jaringan merupakan sebuah komponen jaringan yang banyak dipergunakan untuk memperluas jaringan atau membuat segmen jaringan.


*sumber: wireless.bridge

Bridge mampu menghubungkan sesama jaringan LAN (Local Area Network) komputer. Selain itu, bridge juga digunakan untuk mengubungkan tipe jaringan komputer yang berbeda seperti Ehernet. Bridge biasanya menggunakan topologi tree. Artinya, hanya ada sebuah rute untuk berbagai tujuan transmisi atau paket data yang akan dipindahkan.

Cara kerja bridge jauh lebih canggih daripada repeater, walau begitu belum secanggih router. Bridge bekerja pada lapisan data link layer model OSI (Open System Interconnection). Dengan model OSI, bridge mampu menghubungkan jaringan komputer yang menggunakan metode transmisi yang berbeda atau medium access control yang berbeda. Berbeda dengan router yang bekerja pada lapisan jaringan dan repeater yang bekerja pada lapisan fisik.

Fungsi Bridge

1.             Sebagai Penghubung Dua Jaringan di Tempat Jauh.

2.             Otonomi dari Masing-masing Jaringan.

3.             Untuk Mengakomodasi Beban Jaringan.

Kelebihan dan Kekurangan Bridge

Kelebihan bridge adalah ia hanya bisa bekerja pada lapisan Data Link, sehingga tidak dimungkinkan terjadinya transmisi dari satu protokol ke protokol lainnya. Selain itu, bridge juga mampu mendukung beberapa protokol seperti NetBEUI dan LAT yang tidak mungkin dilayani oleh router.

Walau begitu, bridge memiliki kekurangan seperti tidak dimungkinkannya transmisi melalui jalur atau protokol yang berbeda. Selain itu, bridge juga hanya meneruskan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya dengan kecepatan 10 MBPS. Bridge juga hanya meneruskan transmisi tanpa bisa menerjemahkan komunikasi antar protokol.

Cara Kerja Bridge

Bridge dapat diibaratkan seperti ‘repeater yang cerdas’. Repeater bekerja dengan cara menerima sinyal yang datang dari sebuah kabel jaringan, melakukan amplifikasi pada sinyal tersebut, kemudian mengirim sinyal tersebut ke kabel jaringan lainnya. Repeater melakukan kerjanya ini secara buta tanpa memperhatikan isi pesan yang terkandung dalam sinyal tersebut.


Sumber: cara kerja bridge

Bridge mampu memahami isi dari sinyal yang datang. Bridge mampu menerima sinyal dan secara otomatis menemukan alamat tiap-tiap komputer di dua jaringan yang terhubung melalui bridge. Kemudian bridge juga mampu memilah pesan yang datang dari satu sisi jaringan, kemudian melakukan broadcast di jaringan lainnya, namun jika dan hanya jika sinyal pesan dari satu jaringan tersebut memang ditujukan untuk diinfokan pada jaringan yang lain.

Referensi : https://www.nesabamedia.com/pengertian-bridge-dan-fungsi-bridge/

REPEATER

Repeater ialah suatu alat atau juga perangkat yang memiliki fungsi untuk dapat menyebarkan jangkauan sinyal. Sinyal Wifi yang belum terjangkau oleh sinyal dari server, yang mana tujuan dari hal itu ialah untuk bisa menangkap sinyal Wifi. repeater ini dibuat menjadi dua alat ialah sebagai penerima sinyal dari server (client) serta sebagai penyebar sinyal Wifi (Accesspoint).


Sumber: pendidikan.co.id

Fungsi Repeater

1.             Untuk mencakup daerah yang lemah sinyal dari server (pemancar).

2.             Untuk dapat memudahkan akses sinyal Widi yang dari server.

3.             Untuk dapat meluaskan jangkauan sinyal dari server atau juga pemancar.

Macam Jenis Repeater

1.             Telephone Repeater

Telephone Repeater ini merupakan jenis repeater yang dipasang disaluran telepon itu dengan sinyal yang akan terdegradasi yang disebabkan jarak tempuh yang jauh itu menjadikan sinyal yang diterima oleh para user telepon itu dapat lebih lepas.

2.             Optical Communications Repeater

Optical Communications repeater ini merupakan jenis repeater yang memiliki fungsi menguatkan jangkauan sinyal pada kabel serat optik (fiber optic cable). Untuk jenis repeater ini, didalam serat kabel optik tersebut terdapat suatu informasi digital dengan secara fisik berwujud sebagai light pulses (pulsa cahaya) yang terbuat itu dari foton yang bisa tersebar dengan secara mengacak itu dalam kabel serat optik.

3.             Radio Repeater

Radia repeater ini merupakan jenis repeater yang memiliki fungsi untuk dapat menguatkan sinyal radio. Pada dasarnya , jenis repeater ini memiliki satu antena yang berfungsi dan juga secara receiver serta transmitter. Untuk Repeater jenis ini akan mengubah frekuensi sinyal yang bisa menerima itu sebelum dipancarkan kembali. Sinyal tersebut dipancarkan dengan melalui sinyal repeater ini akan bisa/dapat menembus objek penghalang.

Cara Kerja Repeater

Fungsi repeater ialah untuk dapat menyebarluaskan jangkauan jaringan Wifi. Hal tersebut dapat dijalankan dengan cara menerima sinyal data serta kemudian dipancarkan lagi. Sebelum dipancarkan kembali, sinyal tersebut sudah masuk ke repeater yang dikuatkan terlebih dahulu dengan kedua komponen dasarnya yang memiliki tugas untuk menerima data sinyal dari transmitter serta juga yang kedua untuk memancarkan kembali data sinyal itu.

Setelah menerima data sinyal dari transmitter, repeater tersebut akan menjalankan perubahan frekuensi dapat mengeluarkan manfaat untuk sinyal data yang dipancarkan itu bisa menjadi lebih kuat. Untuk itu, sinyal tersebut juga akan menjadi lebih kuat serta mempunyai cakupan yang lebih luas. Repeater ini mempunyai dua (2) sistem yang sering dipakai. Sistem repeater di dalam jaringan dinamakan dengan analog repeater serta juga digital repeater.

Kelebihan serta Kekurangan Repeater

Kelebihan Repeater

1.             Sebuah perangkat digital yang memperkuat, membentuk ulang, atau juga membuat kombinasi dari salah satu fungsi pada sinyal input digital pada transmisi ulang.

2.             Repeater ini bekerja pada sinyal sinyal fisik yang sebenarnya, sehingga jangan mencoba dalam menginterpretasikan data yang dikirim

3.           Bisa menguatkan sinyal

Kekurangan Repeater

1.             Tembaga untuk serat

2.             Memnjangkan jarak fisik perangkat jaringan

3.             Repeater harus diletakkan pada tempat yang tinggi

Referensi : https://pendidikan.co.id/pengertian-repeater-fungsi-jenis-cara-kerja-kelebihan-dan-kekurangan/

ROUTER

Router adalah suatu perangkat keras pada jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan, baik itu jaringan yang sama maupun jaringan yang berbeda dari sisi teknologinya.


Sumber: https://fungsi.co.id/wp-content/uploads/2019/08/router-1.jpg

Setiap router mempunyai fasilitas DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol) yang dapat disetting sedemikian rupa sehinga dapat membagi IP address, selain itu pada router juga terdapat NAT (Network Address Translator) merupakan fasilitas yang memungkinkan suatu alamat IP atau koneksi internet dapat dibagikan kepada alamat IP lain.

Fungsi Router

Fungsi dari router yaitu sebagai penghubung dua jaringan atau lebih yang akan meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya, fungsi utamanya yakni untuk membagi atau mendistribusikan IP Addres, secara statis atau DHCP atau Dynamic Host Configuration Protocol kepada seluruh komputer yang tersambung ke router tersebut. Dengan adanya IP Addres unik yang dibagikan dari router kepada masing-masing komputer, maka setiap komputer akan saling terhubung juga dapat melakukan komunikasi, dengan jaringan LAN atau internet.

Router dapat digunakan untuk menyambungkan banyak jaringan kecil kepada jaringan yang lebih besar, yang dinamakan dengan internetwork atau membagi suatu jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk peningkatan kinerja dan juga memudahkan manajemennya. Router dapat digunakan untuk menyambungkan LAN ke suatu layanan telekomunikasi seperti pada digital subscriber line “DSL”, router yang dipakai untuk menyambungkan LAN ke suatu koneksi leased line seperti T1 atau T3 biasa dinamakan dengan acces server.

Jenis-Jenis Router

1.                  Router Aplikasi antara lain :

a.    Wingate

b.    WinProxy

c.    Winroute

2.             Route Hardware

Router hardware merupakan hardware yang mempunyai kemampuan sama dengan router, dengan kemampuan tersebut, hardware ini dapat digunakan untuk:

a.    Membagi alamat IP (IP address)

b.    Membagi jaringan internet di suatu wilayah, misalnya router sebagai acces point dan wilayah yang mendapat IP address dan koneksi internet disebut Hot Spot Area.

3.             Router PC

Router PC merupakan suatu komputer dengan spesifikasi tinggi yang dimodifikasi sehingga dapat berfungsi sebagai router, beberapa spesifikasi minimum yang harus ada pada komputer tersebut adalah:

a.       Prosessor Pentium II dengan hard drive 10 GB dan RAM 64.

b.      Terdapat LAN Card.

c.       Sistem operasi khusus router PC, Mikrotik.

4.             Router Statis

Router yang mampu untuk melakukan proses routing (penghalaan) dari suatu jaringan dimana prosesnya dilakukan secara manual oleh seorang administrator.

5.             Router Dinamis

Router yang dapat melakukan proses routing (penghalaan) dapat berjalan secara otomatis dan dinamis setelah melalui pengaturan oleh seorang administrator jaringan.

6.             Router Wireless

Router Wireless, merupakan router yang dapat bekerja tanpa menggunakan kabel karena hanya mengandalkan media udara untuk mengirimkan paket data.

Cara Kerja Router

Fungsi utama router adalah merutekan paket, router memiliki kemampuan routing, artinya router secara cerdas dapat mengetahui kemana rute perjalanan paket akan dilewatkan, apakah ditujukan untuk host satu network ataukah berada dinetwork yang berbeda. Apabila paket ditujukan untuk host pada network lain maka router akan meneruskannya ke network tersebut, sebaliknya jika paket-paket ditujukan untuk host yang satu network maka router akan menghalangi paket-paket keluar.

Router memiliki pencatatan metric prefix yang dalam tabel routing, setiap alur transmisi jaringan akan memiliki metric prefix-nya masing-masing, dari metric prefix ini kemudian router membuat tabel routing, ketika kalian mengirimkan suatu data dari jaringan yang satu jaringan yang lainnya, router akan memilih metric prefix dalam tabel routing yang menunjukkan nilai paling optimal dan meneruskan informasi yang kita kirim melalui jalur tersebut.

Router mempunyai fungsi utama untuk menganalisis paket data yang masuk melaluinya, melakukan seleksi paket data tersebut kemudian yang terakhir adalah mengirimkannya ke tempat tujuan dapat ke jaringan atau komputer tertentu.

Referensi: https://fungsi.co.id/fungsi-router/

ACCESS POINT

Access point adalah suatu perangkat jaringan komputer yang dapat menghubungkan peranti nirkabel dengan jaringan lokal dengan menggunakan teknologi seperti wifi, bluetooth, wireless, dan lain – lain. Biasanya access point menggunakan router, hub, atau switch sebagai perangkat keras untuk menghubungkan peranti nirkabel dengan jaringan lokal yang telah dibuat oleh administrator.


Sumber: www.immersa-lab.com

Perangkat access point ini memiliki antena dan transceiver yang digunakan sebagai penerima dan penyebar sinyal untuk dihubungkan dengan peranti yang terhubung. Untuk dapat terhubung, pemilik perangkat biasanya diharuskan untuk memasukkan password yang telah dibuat oleh administrator jaringan.

Fungsi Access Point

Secara umum fungsi dari access point adalah sebagai perantara lalu lintas data dari client (perangkat yang terhubung seperti laptop, smartphone, komputer, dan lain – lain ) dengan jaringan lokal yang telah dibuat (wifi, wireles, dan lain – lain). Adapun fungsi lainnya seperti berikut:

1.             Sebagai penyebar sinyal internet melalui gelombang radio kepada perangkat yang terhubung.

2.             Sebagai penghubung antara jaringan lokal yang memakai kabel dengan jaringan nirkabel (wifi, wireless, bluetooth).

3.             Sebagai alat untuk mengatur IP Address secara otomatis terhadap perangkat yang terhubung, fungsi ini mirip dengan fungsi DHCP atau dynamic host configuration protocol.

4.             Sebagai pengaman dengan menerapkan fitur keamanan WEP atau WAP yang biasanya disebut dengan Shared Key-Autenthication (akses wifi dengan password tertentu).

Referensi: https://www.immersa-lab.com/pengertian-access-point-beserta-fungsinya.htm

Network Interface Card (NIC)

NIC merupakan sebuah perngkat keras jaringan, yang secara fisik berbentuk seperti sebuah kartu ekspansi, yang memungkinkan setiap komputer dapat terhubung dengan suatu jaringan dengan menggunakan kabel jaringan. NIC (Network Interface Card) ini juga memiliki beberapa istilah lainnya, seperti Kartu Jaringan (Network Card), LAN Card (baca juga: fungsi LAN card) dan juga Ethernet Card.


Sumber: dosenit.com

NIC dipasangkan pada sebuah slot yang tedapat di dalam motherboard komputer. Saat ini seluruh jenis motherboard yang ada di dunia sudah mendukung slot untuk ekpansi NIC ini, jadi tidak ada alasan bagi sebuah produsen komputer untuk tidak menanamkan NIC di dalam komputer produksinya. NIC ini menggunakan port yang dikenal sebagai port RJ – 45, yang mana berfungsi sebagai port dalam menghubungkan kabel ataupun antenna wireless di dalam sebuah komouter, agar komputer tersebut bisa terhubung ke dalam jaringan.

Jenis – Jenis dari NIC

1.             Network Interface Fisik / Physica

Network Inteface card fisik merupakan sebuah Network Interface yang dapat didefinisikan secara fisik, berbentuk kartu dan ditancapkan pada slot di dalam motherboard. NIC fisik inilah yang biasa kita gunakan sehari – hari, yang memiliki port RJ – 45 untuk mengkoneksikan sebuah komputer ke dalam jaringan menggunakan kabel.

2.             Network Interface Logis / Logical

Berbeda degan NIC fisik, NIC logis merupakan sebuah Network Intrface Card yang tidak dpat didefinisikan secara fisik. Itu artinya, NIC Logis merupakan sebuah software atau sebuah program yang dibuat untuk mendefinisikan dirinya seolah – olah menjadi sebuah Network Interface Card.

Fungsi dari NIC (Network Interface Card)

Tugas utama sebagai converter atau pengubah aliran data yang berbentuk parallel menjadi aliran data yang berbentuk serial, NIC ini juga memiliki beberapa fungsi lainnya. Secara teoritis, ada beberapa fungsi dari NIC ini di dalam sebuah jaringan komputer. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari NIC atau Network Interface Card di dalam jaringan komputer secara teoritis :

1.             Sebagai media pengirim data dari satu komputer ke komputer lainnya.

2.             Sebagai pengontrol data flow antar komputer yang menggunakan sistem kabel jaringan.

3.             Menerima data dari komputer lain.

4.             Menterjemahkan data menjadi bentuk bit, sehingga dapat dimengerti oleh komputer penerima.

Referensi : https://dosenit.com/jaringan-komputer/hardware-jaringan/pengertian-nic

WiFi USB

Wifi adapter adalah sebuah perangkat yang memberikan konektivitas nirkabel pada PC maupun laptop. Wifi adapter atau yang lebih dikenal dengan istilah Wireles Local Area Network (WLAN) card ini pada umumnya terpasang menjadi satu dengan motherboard baik pada PC maupun laptop. Pada umumnya wifi adapter beroperasi dalam dua mode yaitu mode infrastruktur dan mode ad-hoc. Dalam mode infrastuktur, data pada jaringan ditransfer menggunakan access point yang berfungsi sebagai pusat.


Sumber : www.nesabamedia.com

Semua koneksi yang terlibat dalam jaringan tersebut akan berbagi identitas service set identifier (SSID) yang sama sebagai access point. Selain itu juga akan menggunakan kode keamanan seperti WEP atau WPA sesuai dengan pengaturan. Sementara itu pada mode ad-hoc, koneksi jaringan tidak membutuhkan access point dan secara langsung bisa terhubung dengan semua perangkat wireless. Pada mode konektivitas jenis ini, koneksi mode ad-hoc harus menggunakan saluran dan SSID sama.

Fungsi Wifi Adapter

Wifi adapter memiliki fungsi khusus untuk menerima dan menyebarkan atau membagikan sinyal koneksi wifi dari satu komputer ke komputer lainnya. Pada sistem jaringan, wifi adapter juga bisa digunakan untuk menukar koneksi antara PC dan laptop secara mudah dan cepat. Dengan adanya wifi adapter ini, kita bisa terhubung ke jaringan hotspot wifi disekitar rumah kita atau jika kita ingin berbagi file pada PC atau laptop lain melalui jaringan wifi bisa dilakukan dengan perangkat ini. Maka dari itu, wifi adapter ini memiliki fungsi yang penting sekali dan ‘wajib’ disematkan pada perangkat elektronik seperti PC maupun laptop.

Wifi Adapter Model USB


Sumber : USB Wifi Adapter

Penggunaan Wifi adapter jenis USB ini juga menawarkan beberapa keuntungan, yaitu mengurangi penggunaan kabel, tidak perlu meng-install perangkat keras internal, dan dapat digunakan pada banyak device sekaligus.

Referensi : https://www.nesabamedia.com/pengertian-dan-fungsi-wifi-adapter/

NAS (Network Attached Storage)

Network Attached Storage adalah perangkat atau alat yang digunakan untuk menyimpan data. Biasanya  sistem operasi yang digunakan eksklusif untuk menyiapkan dua instrumen yaitu back up data yang disertai dengan menyebarkan atau share data.


Sumber : ilmudasar.id

NAS termasuk hardware yang sangat komplit. Bahkan, NAS juga memiliki software atau aplikasi bawaan yang bisa digunakan untuk menyimpan, back up dan share data. Jadi dengan alat ini anda tidak lagi membutuhkan aplikasi ketiga karena aplikasi bawaannya sendiri sudah tersedia.

Fungsi NAS

1.             Mengakses Data Lebih Cepat

Jika menggunakan NAS, proses akses data bisa lebih cepat. Karena hardware ini sudah progress dengan LAN atau Local Area Network. Sehingga NAS membantu anda dalam mengelola data tanpa meluangkan atau menyita waktu yang cukup banyak.

2.             Minim Biaya dan Perawatan Mudah

Selain sudah ada instruktur untuk perawatan dan perbaikan, NAS dibuat dengan simple dan ringan. Sehingga anda juga bisa merawatnya sendiri. Tentunya ini menghemat biaya perusahaan daripada harus membeli hardware data yang biaya maintenance nya saja begitu mahal dan besar.

3.             Ada Softwer Open Source

Dengan NAS, anda tidak perlu lagi menginstal software dari pihak ketiga karena software ini sudah terinstal secara otomatis di dalam perangkat. Jadi, NAS bisa dibilang sistem penyimpanan data berbasis jaringan yang cukup lengkap.

4.             Progres Untuk Semua Format Data

Perangkat NAS tidak hanya progress untuk data kerja yang berformat word, PowerPoint atau aplikasi yang berbasis arsip dan berkas saja. Tetapi perangkat Network Attached Storage juga bisa dijadikan sarana penyimpan data kerja yang berformat video, Lagu, Image dan lain lain.

5.             Bisa Untuk Back Up Data

Perangkat penyimpan data NAS ternyata juga bisa digunakan untuk back up data. Sehingga kekhawatiran kita jika suatu saat data yang tersimpan mengalami masalah, maka masih ada penyimpan data lainnya yang masih bisa diselamatkan. Selain itu, dengan kemampuan back up data ini, kita tidak perlu riskan dan was was kalau data kita akan dicuri, diretas atau dirusak oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab.

6.             Terdapat Fitur DataShare Media

NAS memiliki fitur data share media. Fungsi dari aplikasi ini adalah memungkinkan pengiriman data terhadap perangkat yang berbeda beda dalam waktu yang sangat cepat. Jadi, dengan adanya NAS ini, pihak operator bisa men share data yang tersimpan ke seluruh komputer yang ada di dalam ruangan tersebut secara bersamaan.

Referensi : https://ilmudasar.id/pengertian-dan-fungsi-nas/

Tidak ada komentar: