Senin, 20 September 2021

RESUME TENTANG IP ADDRESS DAN SUBNETTING BESERTA CARA MENGHITUNGNYA

RESUME TENTANG

IP ADDRESS DAN SUBNETTING

BESERTA CARA MENGHITUNGNYA

 

Pengertian TCP/IP , Subnet Mask, Subneting, Host ID, Network ID

1. Pengertian TCP/IP

TCP/IP adalah sekumpulan protokol yang terdapat di dalam jaringan computer (network) yang digunakan untuk berkomunikasi atau bertukar data antar komputer. TCP/IP merupakan standard protokol pada jaringan internet yang menghubungkan banyak komputer yang berbeda jenis mesin maupun system operasinya agar dapat berinteraksi satu sama lain.

2. Layanan TCP/IP

Beberapa layanan "tradisional" yang dilakukan TCP/IP, diantaranya :

a.Pengiriman File –File Transfer Protocol (FTP)

b.Remote Login –Network Terminal Protocol (Telnet)

c.E-mail –SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)

d.Network File System (NFS)e.Remote Execution

3. Pengertian IP Address

IP Address. IP merupakan singkatan dari Internet Protokol, sedangkan address merupakan bahasa Inggris dari alamat. IP Address adalah deretan angka biner antara 32 bit hingga 128 bit yang digunakan sebagai alamat identifikasi untuk setiap komputer host yang ada dalam suatu jaringan internet. Panjang angka ini adalah 32 bit untuk IPv4 (IP versi 4) dan 128 bit untuk IPv6 (IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan internet berbasis TCP/IP.

4. Pengertian Subnet Mask

Subnet mask adalah penentu porsi Network ID dan Host ID pada deretan kode biner. Fungsi subnet mask ini adalah untuk membedakan Network ID dengan Host ID dan menentukan alamat tujuan paket data apakah lokal atau remote.

5. Pengertian Network ID

Network ID sendiri adalah bagian dari IP Address yang fungsinya untuk menunjukkan di jaringan mana komputer atau device tersebut berada.

6. Pengertian Host ID

Menunjukkan server, router, workstation dan host TCP/IP lainnya yang berada di dalam jaringan tersebut.

Pembagian Kelas IP Address

IP Address terbagi menjadi dua. Yaitu Network ID dan Host ID. Network ID berfungsi menentukan alamat dalam jaringan, sementara host ID berfungsi menentukan alamat dari peranti jaringan yang sifatnya unik dan tidak sama antara satu perangkat dengan perangkat lain. Lebih mudahnya, network ID ibaratnya adalah jalan. Sedangkan host ID adalah nomor rumah.

 

IP ADRESS Class

IP ADRESS Range

Class A

1-126          (00000001-01111110)

Class B

128-191      (10000000-10111111)

Class C

192-223      (11000000-11011111)

Class D

224-239       (11100000-11101111)

Class E

240-155       (11110000-11111111)

 

Dari kelima kelas di atas, yang lazim digunakan adalah kelas A-C. Pada setiap kelas, angka pertama dan terakhir tidak dianjurkan untuk digunakan. Sebab biasanya dipakai sebagai valid host ids.

Contohnya, pada kelas A yang tidak disarankan dipakai adalah 0 dan 127, kelas B 128 dan 192 dan kelas C 191 dan 224. Ini biasanya dipakai sebagai loopback address. Perlu dicatat, alamat network ID dan host ID tidak boleh semuanya 0 atau 1. Sebab jika jika seluruh angka adalah angka biner maka alamat tersebut menjadi floaded broadcast.

Masing-masing kelas IP address mempunyai jumlah network dan host ID yang berbeda- beda :

IP ADDRESS

Jumlah Network

Number Of Host per Network

Class A

126*

16.777.216

Class B

16,384

65.535

Class C

2,097, 152

254

Class D (Multicast )

N/A

N/A

 

Lebih detailnya seperti ini :

 

Kelas A

Network

Host

 

Octet

1

2

3

4

Kelas B

Network

Host

 

Octet

1

2

3

4

 

Kelas C

Network

Host

Octet

1

2

3

4

Kelas D

Host

Octet

1

2

3

4

 

Pada kelas A 8 oktet pertama menjadi alamat network. Sementara 24 bits sisanya adalah alamat untuk host yang bisa dipakai. Dengan begitu host yang bisa digunakan dalam kelas ini adalah: 224 – 2 = 16.777.214 host “-2” di atas maksudnya adalah alamat loopback yang tidak dapat kita gunakan.

Pada kelas B menggunakan 16 bit pertama sebagai network, sedangkan sisanya bertugas sebagai address. Dua oktet sisanya (16 bits) dipakai untuk alamat, yang artinya dalam kelas B jumlah host yang bisa digunakan sebanyak:

216 – 2 = 65.534 host

Pada kelas C network yang tersedia lebih banyak, yakni 24 bit. Sedangkan 8 bit sisanya dipakai sebagai host. Maka host yang bisa kita manfaatkan:

28 – 2 = 256 host

Cara Menghitung Subnetting

Setelah mengetahui definisi IP Address, subnet mask beserta kelas IP address, kini mari kita bahas tentang cara menghitung subnet mask. Menghitung subnetting terbagi menjadi dua metode, yaitu dengan cara binary dan cara khusus.

Jika dicermati, kebanyakan IP Address yang dipakai adalah 192.168.1.2. Akan tetapi juga ada yang menulisnya 192.168.1.2/24 yang dapat diartikan IP Address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Mengapa bisa demikian?

Sebab /24 diambil dari perhitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Artinya subnet mask-nya bila ditulis ke dalam angka biner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).

Konsep tersebut disebut dengan istilah CIDR (Classless Inter-Domain Routing).

Subnet Mask

Nilai CIDR

255.128.0.0

/9

255.192.0.0

/10

255.224.0.0

/11

255.240.0.0

/12

255.248.0.0

/13

255.252.0.0

/14

255.254.0.0

/15

255.255.0.0

/16

255.255.128.0

/17

255.255.192.0

/18

255.255.224.0

/19

255.255.240.0

/20

255.255.248.0

/21

255.255.252.0

/22

255.255.254.0

/23

255.255.255.0

/24

255255255128

/25

255255255192

/26

255255255224

/27

255255255240

/28

255255255248

/29

255255255252

/30

 

Rumus Menghitung Banyak Subnet

Untuk mengetahui banyaknya subnet, kita menggunakan rumus:

Banyaknya subnet = 2n– 2

Keterangan:

n = jumlah binari 1 pada oktet terakhir subnet mask. Untuk kelas C adalah octet keempat atau paling terakhir, sedangkan kelas B 2 oktet terakhir dan kelas A 3 oktet terakhir.

Rumus Menghitung Jumlah Host per Subnet

Dalam mencari jumlah host per subnet, kita pakai rumus berikut:

Jumlah host per subnet = 2m – 2

Keterangan:

m = jumlah binari 0 pada oktet terakhir subnet.

Cara Menghitung IP Address

Cara Menghitung IP Address Kelas C

Disini kita bahas akan membahas cara cepat menghitung IP Address. Untuk pertama-tama

dimulai dari cara menghitung subnet IP Address kelas C.

Contohnya ada sebuah network address 192.168.1.0/26. Lalu kita diharuskan untuk

melakukan subnetting. Berikut cara penyelesaiannya.

Seperti yang dapat dilihat, IP Address di atas masuk dalam kategori kelas C dengan subnet

mask /26 atau 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

·         Jumlah subnet = 2n = 22 = 4 subnet

·         Jumlah host per subnet = 2m – 2 = 26 – 2 = 62 host

·         Blok subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Maka subnet selanjutnya adalah 64 + 64 = 128 dan 128 + 64 = 192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128 dan 192.

Maka langkah berikutnya adalah menentukan host dan broadcast yang valid. Untuk

mengetahuinya bisa dengan membuat tabelnya. Untuk dicatat, host pertama adalah 1 angka

setelah subnet dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.

Subnet

192.168.1.0

192.168.1.64

192.168.1.128

192.168.1.192

Host Pertama

192.168.1.1

192.168.1.65

192.168.1.129

192.168.1.193

Host Terakhir

192.168.1.62

192.168.1.126

192.168.1.190

192.168.1.254

Broadcast

192.168.1.63

192.168.1.127

192.168.1.191

192.168.1.255

 

Perhitungan subnetting untuk IP address kelas C telah selesai. Anda juga bisa menggunakan contoh soal di atas untuk subnet mask lainnya. Berikut adalah subnet mask untuk kelas C.

Subnet Mask

Nilai CIDR

255.255.255.128

/25

255.255.255.192

/26

255.255.255.224

/27

255.255.255.240

/28

255.255.255.248

/29

255.255.255.252

/30

 

Cara Menghitung IP Address Kelas B

Untuk melakukan subnetting IP Address kelas B, pertama-tama mari melihat tabel subnet mask di bawah ini.

Subnet Mask

Nilai CIDR

255.255.128.0

/17

255.255.192.0

/18

255.255.224.0

/19

255.255.240.0

/20

255.255.248.0

/21

255.255.252.0

/22

255.255.254.0

/23

255.255.255.0

/24

255255255128

/25

255255255192

/26

255255255224

/27

255255255240

/28

255255255248

/29

255255255252

/30

 

Sebagai informasi, untuk CIDR /17 hingga /24 caranya sama persis dengan subnetting kelas C. Akan tetapi blok subnet yang dimasukkan langsung ke oktet ketiga, bukan oktet keempat seperti pada kelas C.

Lalu untuk CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnetnya ada pada oktet keempat. Namun setelah selesai oktet ketiga berjalan maju dari 0, 1, 2, 3 dan seterusnya.

Berikutnya kita akan membahas bagaimana cara menghitung subnetting IP Address kelas

B. Pertama-tama yang kita bahas adalah CIDR /17 – /24. Sebagai contohnya adalah IP address 172.16.0.0/18 atau 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0). Maka langsung saja kita cari jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet dan juga alamat host dan broadcast yang valid.

·         Jumlah subnet = 22 = 4 subnet.

·         Jumlah host per subnet = 214 – 2 = 16.382 host.

·    Blok subnet = 256 – 192 = 64. Subnet selanjutnya adalah 64 + 64 = 128 dan 128 + 64 = 192. Maka subnet lengkapnya menjadi 0, 64, 128, 192.

·         Alamat host dan broadcast yang valid:

Subnet

172.16.0.0

172.16.64.0

172.16.128.0

172.16.192.0

Host Pertama

172.16.0.1

172.16.64.1

172.16.128.1

172.16.192.1

Host Terakhir

172.16.63.254

172.16.127.254

172.16.191.254

172.16.255.254

Broadcast

172.16.63.255

172.16.127.255

172.16.191.255

172.16..255.255

 

Selanjutnya adalah contoh soal untuk IP address kelas B dengan CIDR /25 sampai /30. Kita ambil contoh network address 172.16.0.0/25. Subnet mask /25 artinya 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Perhitungan:

·         Jumlah subnet: 29 = 512 subnet.

·         Jumlah host per subnet : 27 – 2 = 126 host

·         Blok subnet = 256 – 128 = 128.

·         Alamat host dan broadcast yang valid.

Subnet

172.16.0.0

172.16.0.128

172.16.1.0

172.16.255.128

Host Pertama

172.16.0.1

172.16.0.129

172.16.1.1

172.16.255.129

Host Terakhir

172.16.0.126

172.16.0.254

172.16.1.126

172.16.255.254


Broadcast

172.16.0.127

172.16.0.255

172.16.1.127

172.16.255.255

 

Cara Menghitung IP Address Kelas A

Cara menghitung subnet untuk kelas A sebenarnya sama saja. Yang membedakan adalah oktet yang dihitung. Untuk kelas A adalah 2-4 oktet (3 oktet terakhir). Lalu subnet mask yang bisa digunakan adalah subnet mask dari CIDR /8 sapai /30.

Contohnya adalah network address 10.0.0.0/16. Subnet mask /16 dapat diartikan 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).

Perhitungan:

·         Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet

·         Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host

·         Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4 dan seterusnya.

·         Alamat host dan broadcast yang valid:

Subnet

1. 0.0.0

1. 254.0.0

 

2. 1.0.0

 

2. 255.0.0

Host Pertama

1. 0.0.1

1. 254.0.1

 

2. 1.0.1

 

2. 255.0.1

Host Terakhir

1. 0.255.254

1. 254.255.254

 

2. 1.255.254

 

2. 255.255.254

Broadcast

1. 0.255.255

1. 254.255.255

 

2. 1.255.255

 

2. 255.255.255

 

Soal :

Hitunglah jumlah network dan host yang akan terbentuk dari contoh alamat IP Address dibawah ini, kemudian buat rincian alamat (Network, Broadcast) beserta alamat yang dapat diberikan kepada setiap host (minimal untuk 5 host/komputer):

- 192.168.10.1/30

- 172.168.10.1/16

- 10.168.5.1/8

Jawab :

Diketahui :      [7] [6] [5] [4] [3] [2] [1] [0]

128 64  32  16  8   4   2    1

128 192 224 240 248 252 254 252


192.168.10.1/30

11111111.11111111.11111111.11111100 = /30 => 225.225.255.252

Network          = 2^N              Host                = 2^H - 2

                        = 2^6                                       = 2^2 - 2

                        = 64 Network                           = 4 - 2

                                                                         = 2 Host

Network

Net Id

First Host

Last Host

Broadcast

1

192.168.10.0

192.168.10.1

192.168.10.2

192.168.10.3

2

192.168.10.4

192.168.10.5

192.168.10.6

192.168.10.7

3

192.168.10.8

192.168.10.9

192.168.10.10

192.168.10.11

4

192.168.10.12

192.168.10.13

192.168.10.14

192.168.10.15

5

192.168.10.16

192.168.10.17

192.168.10.18

192.168.10.19

 

172.168.10.1/16

11111111.11111111.00000000.00000000 = /16 => 225.225.0.0

Network          = 2^N                          Host                = 2^H - 2

                        = 2^8                                                               = 2^16 - 2

                        =  256 Network                                               = 65.536 – 2

                                                                                                = 65.534 Host

 

 

Network

Net Id

First Host

Last Host

Broadcast

1

172.0.0.0

172.1.0.0

172.0.255.255

172.0.255.255

2

172.1.0.0

172.2.0.0

172.0.255.255

172.1.255.255

3

172.2.0.0

172.3.0.0

172.1.255.255

172.2.255.255

4

172.3.0.0

172. 4.0.0

172.2.255.255

172.3.255.255

5

172.4.0.0

172.5.0.0

172.3.255.255

172.4.255.255

 

10.168.5.1/8

11111111.00000000.0000000.0000000 = /8 => 255.0.0.0.0

Network          = 2^N                                      Host                = 2^H - 2

                        = 2^0                                                               = 2^24 - 2

                        = 1 Network                                                    = 16.777.616

= 16.777.614 Host

Network

Net Id

First Host

Last Host

Broadcast

1

0.0.0.0

1.0.0.0

0.255.255.255

0.255.255.255


REFERENSI

Iwan, S. (2010). Cisco CCNA dan Jaringan Komputer. Informatika. Bandung: Informatika. Yugianto, G.-G., & Rahman, O. (2012). ROUTER Teknologi, Konsep, Konfigurasi, dan

Troubleshooting. Bandung: Informatika.

    Pratama, I. P. (2015). Handbook Jaringan Komputer. Bandung: Informatika.

Tidak ada komentar: